Extra Tabuh Bali
Blog kali ini, aku akan membahas tentang kegiatan ekstrakulikuler yang aku ikuti di Sekolah. Ekstrakulikuler yang aku ikuti saat ini merupakan salah satu dari hobi ku. Tujuan aku membuat blog tentang Extra Tabuh Bali adalah untuk melestarikan budaya bali yang sudah berkembang sejak dulu. Sekarang aku akan membahas pengertian tabuh, maanfaat dan jenisnya.
Pengertian Extra Tabuh Bali
Extra tabuh merupakan salah satu extra yang dikhususkan untuk melestarikan budaya bali dengan cara memainkan alat musik tradisional yang berasal dari bali. Alat musik yang terdapat di Extra Tabuh Bali memiliki berbagai jenis seperti kendang,suling,gong dan lain-lain. Peminat Extra Tabuh Bali banyak dari kaum Laki-laki
Sejarah Gamelan
Di Bali di temukan sebuah prastasti yang menyebutkan ada istilah musik atau gamelan yaitu prastasti Bebetin yang antara lain bunyinya:
Pande mas, pande besi, pande tembaga, pemukul (juru tabuh benyi-bunyian), pagending (biduan), pabunjing (penari), papadaha (juru gepek), pabangsi (juru rebad), partapuka (tapel-topeng), parbwang (wayang) turun dipanglapuan Singhamandawa (di buat oleh pegawae di Singhamandawa), di bulan besksha (bulan ke X), hari pasaran Wijaya manggala, tahun caka 818 atau 896 Masehi, yaitu pada pemerintahan raja Ugrasena di Bali
Dalam perkembangan-perkembangan sejarah di mana sejak abad ke VIII sampai pada abad ke XVIII adanya kontak antara Jawa dan Bali yang menyebabkan terbawanya banyak barang-barang kesenian, khususnya gamelan, kendatipun berupa instrument yang terpisah. Bentuk gamelan yang di buat dari besi. Dan bergai jenis-jenis Gong yang ada di Bali merupakan instrument kebudayaan Asia Tenggara yang tergolong kebudayaan Melayu Kuna. (Bandem I Made, 1986)
Berarti gamelan yang ada di bali sudah ada sejak jaman dulu, karena dengan bukti adanya prastasti Bebetin yang berangka tahun 896 Masehi. Dan gamelan Bali dipengaruhi pula oleh kebudayaan dari Jawa. Berarti gamelan yang ada di Bali ini tidak murni dari Bali saja, namun sudah adannya instrument-instrumen gamelan dari Jawa. Makanya gamelan di Bali dengan di Jawa hamper mirib. Hanya saja nada yang di lantunkan berdeda-beda. Bila di cermati Gamelan di Bali lebih cepat di Bandingkan Gamelan yang ada di Jawa.
Fungsi Gamelan Di Bali
Ada beberapa fungsi dari gamelan yang ada di Bali, diantaranya: berfungsi untuk mengiringi upacara keagamaan, hiburan, presentasi yang artistik, ( Bandem I Made. 1986:46). Dimana gamelan befungsi mengiri upacara yaitu gamelan mengiri upacara yang sedang di laksanakan. Dalam upacara Dewa Yajna sudah pasti gamelan yang di pakai itu adalah Gong. Dan gong ini akan mengiringi jalannya pelaksaan upacara dengan berbai jenis tetabuhan, dan mengiringi tarian sakral yang di pentaskan pada saat upacara berlangsung. Dan dalam upacara Pitra Yajna gamelan yang di gunakan itu adalah Angklung dan Gambang. Yang mengiri jalannya pelaksanaan upacara tersebut. Pada saat penguburan, pembakaran atau pada saat pengabenan. Dan fungsi gamelan sebagai hiburan, yaitu di adakannya pertunjukan gamelan, atau gamelan itu mengiringi tarian hiburan maka gamelan itu berfungsi sebagai hiburan karena dapat menghibur masyarakat. Dan sebagai presentasi artistik yaitu dengan mengadakan lomba-lomba guna menambah semangat serta wawasan dalam gamelan tabuh. Dan gamelan juga dapat befungsi sebagai pengiring sebuah tarian.
Bagian-bagian Gamelan
Ceng-ceng
Cymbala dengan ukuran yang berbeda-beda, seperti ceng-ceng besar, menengah, dan kecil. Pada gamelan gong Kebyar dan sejenisnya, ceng-ceng itu ditempelkan pada resonar yang dibuat dari kayu yang biasanya ada 3 sampai 4 pasang. Ceng-ceng berfungsi untuk mengikuti ritme kendang, sebagai pemurba irama dan mengatur dinamika lagu.
Gangsa
Sebutan umum untuk instrument-intrumen seperti gender, giying, pemade, kantil, jublag, dan jegogan. Ada dua jenis gangsa yaitu gangsa gantung dan gangsa jongkok
Gong
Sebutan umum dari berjenis-jenis gong dalam gamelan. Gong bentuknya bulat, dengan garis tengah dari 70 sampai 100cm dan dalam gamelan gong kuna atau gong kebyar ada dua jenis gong yaitu ageng (wadon) dan gong kecil (lanang). Gong dipergunakan untuk memberi prase akhir dari pada suatu lagu
Kajar
Gong kecil yang memakai pencon berfungsi untuk memegang mantra pada gemelan Bali.
Kendang
Sebuah instrumen yang berbentuk bulat panjang dan memakai pakelit didalamnya. Kendang itu dibuat dari kayu nangka, jati, atau seseh yang dibungkus dengan kulit pada kedua ujung dan dicencang dengan jangat. Fungsi kendang dalam gamelan Bali sebagai pemurba irama, mengatur cepat lambatnya lagu.
Reyong
Deretan gong kecil diatas sebuah resonator kayu yang berjumlah 12. Reyong ini dimainkan oleh 4 orang dalam gamelan gong.
Suling
sebuah instrument tiup yang memakai 6 buah lubang nada, dan 1 lubang pemanis untuk menimbulkan bunyi.
Terompong
Deretan gong-gong kecil diatas resonator kayu yang biasa terdiri dari 10-14 buah gong, seperti yang terlihat dalam gamelan gong. Dan terompong berfungsi membawa lagu.
Komentar
Posting Komentar